Institusion
Universitas Multimedia Nusantara
Author
Pangestu, Amanda Nathasia
Subject
302.2 Communication
Datestamp
2022-05-09 03:10:52
Abstract :
Perusahaan membutuhkan komunikasi pemasaran sebagai strategi sehingga harus
bersifat dinamis. Konsumen merupakan alasan terkuat komunikasi pemasaran
untuk mengikuti perkembangan zaman dan perubahan gaya hidup. Dalam
membangun dan mempertahankan hubungan dengan konsumen, komunikasi
pemasaran harus memenuhi tuntutan tersebut.
Citilink Indonesia pada tahun 2018 ini meningkatkan target penumpang menjadi 15
juta penumpang pada 2018. Melihat pangsa pasar yang cukup luas, maka Citilink
Indonesia harus memperhitungkan strategi dalam memilih aktivitas komunikasi
pemasaran agar dapat mencapai target yang ditentukan.
Skripsi berjudul ?Analisis Strategi Komunikasi Pemasaran Terpadu PT Citilink
Indonesia dalam Meningkatkan Jumlah Penumpang (Studi Kasus Peningkatan
Target Penumpang PT Citilink Indonesia 15 Juta Penumpang Pada Tahun 2018)?
ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan komunikasi pemasaran terintegrasi
dalam meningkatkan jumlah penumpang yang telah dilakukan oleh Citilink
Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan bersifat deskriptif.
Peneliti menganalisis data yang didapatkan melalui wawancara, observasi, dan
studi pustaka dengan menggunakan metode studi kasus Yin.
Perencanaan konsep IMC planning dari Citilink Indonesia secara garis besar sudah
sesuai dengan konsep IMC Planning Process dari Belch&Belch. Karakteristik
bisnis penerbangan yang tidak terpaku dengan promosi dan penjualan, namun juga
tetap melihat dari sisi konsumen lewat loyalty program yang berfokus kepada
kenyamanan dan keuntungan pelanggan dan juga reputasi perusahaan. Dalam
pencapaian target 15 juta penumpang, sampai semester 1 tahun ini sudah mencapai
8,5 juta penumpang, meningkat 2,9 juta dari semester 1 tahun lalu. Faktor IMC tools
yang paling berperan besar adalah advertising, internet marketing, dan loyalty
program. Kategori yang masih harus disempurnakan adalah lebih mengedepankan
evaluasi dan control terhadap apapun aktivitas yang dilakukan kemudian harus
tetap mengenal karakteristik media seperti apa walaupun corporate
communications yang menjalankannya.