Institusion
Universitas Multimedia Nusantara
Author
Antoni, Christopher
Subject
303 Social Processes (Incl. Cultural Exchange, Conflict Resolution)
Datestamp
2022-10-24 09:08:05
Abstract :
Pernikahan antarbudaya merupakan suatu fenomena komunikasi
kompleks. Hal tersebut dikarenakan faktor budaya berupa nilai, kepercayaan,
worldview, kebiasaan, dan lainnya turut berkontribusi dalam proses
perkembangan hubungan. Perkembangan hubungan juga tidak dapat terlepas dari
konsep keterbukaan diri yang secara praktis dipengaruhi pula oleh faktor budaya.
Perbedaan budaya yang terjadi dalam dinamika pernikahan antarbudaya menjadi
suatu tantangan tersendiri bagi individu yang menjalaninya, dimana setiap
individu membutuhkan penyesuaian untuk mengurangi perbedaan budaya.
Penelitian ini bertujuan mengetahui tahapan perkembangan hubungan dan
masalah yang dihadapi dalam perkembangan hubungan dalam konteks pernikahan
antarbudaya, serta mengetahui kualitas dan kuantitas keterbukaan diri pada
pasangan pernikahan antarbudaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif
deskriptif dan dikaji menggunakan metode studi kasus. Partisipan penelitian
adalah 3 pasangan suami-istri Jawa-Australia berusia 23-74 tahun yang masih
terikat status pernikahan hingga sekarang. Pengumpulan data menggunakan
wawancara mendalam dan observasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasangan pernikahan antarbudaya
mengalami tahapan perkembangan hubungan yang dipengaruhi secara dominan
oleh budaya. Masalah yang dihadapi dalam perkembangan hubungan tersebut
meliputi perbedaan nilai budaya yang dianut, pola makanan dan minuman, peran
pria dan wanita dalam rumah tangga, agama, etnosentrisme, cara merespon stress
dan konflik, serta perbedaan bahasa dan pola komunikasi. Ditemukan pula bahwa
keterbukaan diri pada pasangan pernikahan antarbudaya berlangsung sangat luas
dan mendalam serta dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti diri individu,
budaya, gender, pendengar, dan topik keterbukaan diri.