Abstract :
Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi marketing communication
yang dilakukan brand X dalam mempertahankan brand image. Brand X mencapai
hasil penjualan yang bagus dengan produk S mencapai angka satu juta unit dalam
waktu 37, setengah periode dari produk sebelumnya yaitu 74 hari. Hasil ini sangat
baik mengingat brand X mengalami krisis pada produk sebelumnya. Penelitian ini
menggunakan teori S-O-R, situational crisis communication theory, dan konsep
promotion mix, brand image, product image, dalam menjelaskan strategi marketing
communication yang dilakukan brand X. Penelitian ini menggunakan metode studi
kasus dan bersifat kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan
wawancara mendalam dan studi pustaka.
Hasil penelitian menunjukkan brand X melakukan pre-crisis management
(crisis preparedness dan crisis prevention) untuk membenahi persepsi konsumen
mengenai brand image pasca krisis. Brand X belum memiliki elemen crisis
preparedness yaitu training and simulations. Elemen tersebut berguna untuk
memperkenalkan elemen lain crisis preparedness dalam menangani krisis di masa
depan. Brand X menggunakan tools advertising, personal selling, direct marketing,
sales promotions, dan publicity/public relations untuk mempromosikan produk S.
Brand image X masih baik di mata masyarakat, terlihat dari hasil survei Interbrand
yang menunjukkan peningkatan brand value sebesar 9% dan Top Brand yang
menunjukkan brand image awareness peringkat pertama sebesar 40% dibanding
8% di peringkat kedua.