Abstract :
Aktivitas masyarakat di media sosial yang paling mudah dan sering
dilakukan adalah komentar, untuk itu penelitian ini memilih user generated content
dalam bentuk komentar. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan ada atau
tidaknya perbedaan penilaian perceived quality suatu merek ketika dihadapkan oleh
komentar user generated content yang bersifat positif dan negatif. Dikaitkan
dengan teori elaboration likelihood model, penelitian ini ingin melihat apa
komentar user generated content halaman Facebook sebagai stimuli akan
memberikan efek pada perubahan pandangan masyarakat mengenai brand tertentu.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang dilakukan kepada 141
partisipan. Dalam penelitian eksperimen ini, terdapat dua jenis variabel yakni,
variabel kontrol dan variabel terikat. Variabel kontrol dalam penelitian ini adalah
komentar UGC halaman Facebook yang akan dijadikan treatment yang berjenis
positif dan negatif, sementara variabel terikatnya adalah perceived quality suatu
merek yang akan didapatkan melalui penilaian partisipan berdasarkan treatment
yang disajikan. Setelah dilakukannya uji eksperimen, ditemukan bahwa terdapat
perbedaan penilaian perceived quality suatu merek ketika partisipan dihadapkan
dengan komentar user generated content yang positif dan yang negatif. Melalui
hasil penelitian tersebut, ditemukan bahwa komentar UGC yang bersifat positif
menghasilkan penilaian perceived quality yang lebih tinggi dibandingkan dengan
komentar UGC bersifat negatif. Maka karena itu, komentar UGC yang memiliki
sifat pesan berbeda secara ilmiah dan teruji secara statistik dapat mempengaruhi
penilaian perceived quality suatu merek.