Abstract :
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pertumbuhan industri ritel modern yang
pesat di DKI Jakarta sebesar 38,1% dan munculnya tren berbelanja baru di kalangan
konsumen, khususnya konsumen yang memasuki usia produktif. Berbagai tren
berbelanja konvensional pun mulai ditinggalkan. Oleh karena itu, pelaku industri
ritel modern perlu merancang strategi komunikasi pemasaran, khususnya point-ofpurchase
yang dapat memunculkan niat beli pada konsumen ritel. Pasalnya, strategi
point-of-purchase yang baik dapat menstimulasi niat beli konsumen sehingga
konsumen melakukan pembelian di ritel modern. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh point-of-purchase terhadap niat beli
dan seberapa besar pengaruhnya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah
teori daya tarik point-of-purchase oleh Terence A. Shimp yang terdiri atas desain,
ukuran & bentuk, warna, ilustrasi dan tata letak dan teori niat beli oleh Blackwell.
Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian
eksplanatif dan metode pengumpulan data yaitu metode survei. Survei dilakukan
kepada 550 responden dengan teknik cluster sampling, yaitu mahasiswa di
universitas-universitas DKI Jakarta sebagai konsumen ritel. Hasil dari penelitian ini
menunjukkan bahwa pengaruh point-of-purchase terhadap niat beli konsumen ritel
sebesar 23,6%, sedangkan 76,4% dipengaruhi oleh faktor-faktor yang tidak
dijelaskan dalam penelitian ini. Dimensi ilustrasi menjadi dimensi yang paling
berpengaruh terhadap variabel point-of-purchase yaitu sebesar 18,1%.