Abstract :
Penggunaan pesawat tanpa awak untuk kebutuhan jurnalistik atau yang sekarang
dikenal dengan jurnalisme drone telah membawa angin segar dalam dunia
jurnalistik. Pesawat tanpa awak atau drone ini telah membawa hal-hal positif
seperti kemudahan untuk jurnalis yang menggunakan terkait keselamatannya, dan
pengambilan gambar dengan angel baru, serta untuk media yang sudah menerapkan
jurnalisme ini misalnya terkait biaya yang dikeluarkan akan lebih murah ketimbang
harus menyewa helikopter.
Namun, dibalik hal positif dan segala kemudahan yang diberikan oleh alat ini,
pengguna atau jurnalis yang menerbangkan pesawat tanpa awak tidak boleh
melupakan adanya etika, keselamatan orang lain, privasi orang lain, serta regulasi
pemerintah yang berlaku. Hal-hal ini lah yang perlu diberikan perhatian lebih oleh
jurnalis ketika pra maupun pasca penerbangan.
Objek utama dalam penelitian ini adalah Harian Kompas, Kompas.com, dan
Kompas TV. Jurnalisme drone, etika, keselamatan orang lain, privasi orang lain,
serta regulasi pemerintah yang berlaku telah menjadi konsep pada penelitian ini
untuk melihat bagaimana ketiga media ini menerapkan pesawat tanpa awak untuk
menunjang liputan mereka. Ada pun metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif.
Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa Harian Kompas, Kompas.com, dan
Kompas TV telah menerapkan faktor utama dalam menerbangkan pesawat tanpa
awak, yaitu etika, safety, dan privasi. Mereka pun telah memberikan pelatihan
kepada jurnalisnya serta terdapat kebijakan dan ketentuan untuk menunjang hal
tersebut, Namun, mereka masih belum menjalankan sepenuhnya peraturan yang
telah diatur oleh pemerintah mengenai penggunaan pesawat tanpa awak.