Abstract :
Krisis merupakan sebuah ancaman dan hal penting yang harus diperhatikan oleh sebuah
perusahaan. Krisis merupakan kejadian di mana perusahaan menjadi pembicaraan publik secara
massive karena masyarakat yang ikut terdampak masalah. Maka daripada itu perusahaan harus
degan cepat merespon krisis dan dengan strategi yang tepat agar keadaan kembali kekeadaan
sebelum krisis. Telkom mendapat pemberitaan secara massive mengenai krisis gangguan satelit
Telkom 1. Kasus ini berdampak pada masyarakat luas seperti masyarakat tidak dapat
menggunakan mesin ATM dan tidak dapat menonton televisi shingga kasus ini dapat
pemberitaan luas di media massa khususnya media online yang dapat di lihat dari media
montoring Telkom, media online banyak mempublikasi berita mengenai gangguan satelit
Telkom 1. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analisis isi kuantitatif deskriptif.
Peneliti menganalisis isi ke 139 berita mengenai gangguan satelit Telkom 1 di media online yang
telah dimonitoring oleh Telkom dengan Telkom sebagai narasumber. Peneliti kemudian
mendeskripsikan secara detail dan dimasukkan ke dalam kategori Image Repair strategies. Unit
analisis pada penelitian ini yaitu berita dan untuk menguji reliabiitas menggunakan rumus Holsti.
Hasil temuan menunjukkan Telkom yang mengalami krisis melakukan respon menggunakan
strategi Image Repair. Telkom lebih dominan menggunakan strategi corrective action selain itu
juga menggunakan strategi bolstering, transcendence, accidents, simple denial, mortification,
defeasibility, dan differentiation.