Abstract :
Sebagai industri yang memenuhi salah satu kebutuhan dasar manusia, industri properti tidak akan penah hilang. Berkat dukungan dari pemerintah, industri properti mulai bangkit dari masa perlambatan sejak tahun 2017. BSA Land sebagai salah satu Property Developer kelas menengah yang terus memperluas proyeknya di Indonesia, harus dapat memaksimalkan sumber daya yang dimiliki untuk dapat terus bersaing dan menjadi salah satu perusahaan properti yang terdepan. Salah satu caranya adalah dengan memaksimalkan sumber daya manusia yang dimiliki, yaitu dengan mengatasi fenomena work overload, emotional exhaustion dan job embeddedness yang dimiliki.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara work overload terhadap emotional exhaustion dan job embeddedness pada 100 orang karyawan BSA Land dari Departemen Teknik, Marketing, Finance Accounting dan Legal. Dengan menggunakan metode deskriptif dengan metode non-probability. Melalui teknik judgemental sampling, pengumpulan data primer diperoleh dari penyebaran kuisioner kepada karyawan BSA Land. Data yang sudah terkumpul lalu diolah dengan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM).
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dari work overload terhadap emotional exhaustion dengan nilai standard coefficient 1,0 dan nilai p-value 0,0. Serta hubungan negatif dari emotional exhaustion terhadap job embededdness dengan nilai standard coefficient -1,0 dan nilai p-value 0,0.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah mayoritas responden merupakan laki-laki, berusia 31-35 tahun, dengan tingkat pendidikan sarjana, berstatus karyawan tetap, sudah menikah, dan berasal dari Departemen Teknik BSA Land. Para responden setuju dengan fenomena work overload, emotional exhaustion, dan job embeddedness yang diajukan. Sehingga saran yang diberikan adalah pengurangan beban kerja karyawan sehingga dapat menurunkan tingkat kelelahan yang dirasakan dan meningkatkan keinginan untuk tinggal di perusahaan.