Abstract :
Budaya Jawa menjadi salah satu kultur yang hidup di Indonesia sejak masa kerajaan, kehadirannya telah membawa pengaruh besar untuk masyarakat. Nilai-nilai luhur yang tertanam melahirkan norma, tradisi, dan mitos yang bersanding hingga lintas generasi. Seperti pesan yang disampaikan oleh Minggu Pagi di Victoria Park, film ini menceritakan bagaimana budaya Jawa tercermin di abad 20.
Penelitian yang berjudul Representasi Budaya Jawa dalam film Minggu Pagi di Victoria Park ini menggunakan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif, paradigma konstruktivis, dan metode penelitian semiotika dengan teknik analisis Roland Barthes.
Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa budaya Jawa yang terkandung dalam film ini adalah proses kebudayaan dalam rumah tangga yang menerapkan sistem pola hubungan paternalistik telah mempengaruhi gaya kepemimpinan dan sifat dari setiap anggota keluarga. Budaya tersebut direpresentasikan melalui beberapa scene yang menampilkan hubungan antara bapak dengan anak, dan suami dengan istri yang diadaptasi dari pola patron-klien layaknya hamba dan raja.
Melalui teknik analisis semiotika Roland Barthes ditemukan mitologi yang muncul dalam setiap scene yang diteliti seperti ideologi bapakisme, egosentrisme, feodalistik, nrima, angon rasa. Film ini memiliki mitos bahwa dalam keluarga Jawa kekuasaan laki-laki adalah mutlak dan watak nrima menjadi simbol dari kekuatan perempuan Jawa.