Institusion
Universitas Multimedia Nusantara
Author
Aldisa, Khansa Olivia
Subject
305 Groups of People (Incl. social identity, Discrimination, Gender Equality, Social Status)
Datestamp
2022-02-22 01:48:02
Abstract :
Media massa kini menjadi kebutuhan masyarakat sebagai sumber informasi
mengenai lingkungan kehidupannya dan apa saja yang ada di dunia. Masyarakat
kini dipercaya sebagai khalayak aktif, di mana mereka secara sadar dapat memilih
media apa yang ingin mereka akses dan menginterpretasikan pesan dari media
sesuai dengan pengetahuan mereka. Film dokumenter menjadi salah satu media
massa berkaitan dengan jurnalistik karena dapat menyampaikan masalah sosial
yang sensitif seperti halnya tentang gender dan kelompok marginal/minoritas
secara lebih dekat. Salah satu film dokumenter yang mengangkat tema gender dan
minoritas di Indonesia adalah Bulu Mata (2016).
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif.
Paradigma yang digunakan adalah konstruktivisme dengan menggunakan analisis
resepsi Stuart Hall sebagai metode penelitian. Informan terpilih sebagai khalayak
aktif akan memaknai transgender dalam film Bulu Mata (2016), kemudian peneliti
menganalisis pemaknaan mereka dan membagi mereka ke dalam tiga posisi
pemaknaan yaitu posisi dominan, negosiasi, dan oposisi. Hasil temuan
menunjukan bahwa empat informan berada dalam posisi dominan dalam
memaknai transgender, sedangkan dua informan lainnya berada dalam posisi
negosiasi. Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi pemaknaan mereka akan
transgender antara lain latar belakang keluarga, pengalaman, nilai, budaya,
lingkungan pergaulan, gender, orientasi seksual, pengetahuan akan transgender,
norma, agama, dan preferensi.