Abstract :
Komunikasi ritual ada dalam setiap budaya. Komunikasi ritual menjadi
perantara dalam maenyampaikan budaya dari generasi ke generasi lain. Dalam
penyampaian tersebut, terdapat simbol-simbol dan makna yang dapat ditafsirkan
melalui bahasa. Bahasa membentuk pola-pola komunikasi yang unik dan khas.
Seperti halnya yang terjadi dalam upacara Mangrara Banua di Tana Toraja,
Sulawesi Selatan.
Judul skripsi ini adalah ?Pola Komunikasi dan Pemaknaan Upacara
Mangrara Banua (Studi Etnografi Komunikasi oleh masyarakat Toraja, Sulawesi
Selatan). Tujuan dari skripsi ini adalah untuk mengetahui situasi komunikasi,
peristiwa komunikasi, tindak komunikasi, pola komunikasi , dan makna dalam
upacara Mangrara Banua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
dengan paradigma konstruktivis. Metode yang digunakan adalah pendekatan
etnografi komunikasi. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam,
obrservasi non-partisipan, dan analisis dokumen. Teori yang digunakan adalah
Teori Etnografi Komunikasi untuk mencari pola-pola komunikasi yang unik dan
khas yang tercermin dalam situasi komunikasi, peristiwa komunikasi, dan tindak
komunikasi dalam upacara Mangrara Banua, serta Teori Interaksionisme
Simbolik yang berkaitan dengan simbol dan interaksi yang terjadi dalam upacara
Mangrara Banua.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang terdapat dalam
upacara Mangrara Banua adalah komunikasi transendental, komunikasi
horizontal, komunikasi verbal, dan komunikasi non-verbal. Pola komunikasi yang
dominan saat upacara Mangrara Banua adalah komunikasi Transendental.
Meskipun masyarakat Toraja telah menganut agama, tetapi mereka tetap
menjalankan adat istiadat mereka dan selalu berdoa serta melibatkan roh nenek
moyang di setiap kegiatan mereka.