Abstract :
Turnover intention merupakan permasalahan yang hampir terjadi dan
dialami oleh karyawan di perusahaan. Salah satu faktor penyebab turnover
intention adalah ketidakadilan yang dilakukan perusahaan kepada karyawan
dalam hal distributive justice. Distributive justice merupakan rasa adil yang
dirasakan karyawan dalam perlakuan perusahaan terhadap hasil kinerja mereka.
Selain itu, job security juga merupakan salah satu faktor penyebab turnover
intention terhadap stabilitas kelanjutan pekerjaan mereka di perusahaan tersebut.
Job security merupakan rasa aman yang dirasakan karyawan dalam lingkungan
kerja mereka, dalam bentuk kestabilan pekerjaan dan kelanjutan pekerjaan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh distributive
justice dan job security terhadap turnover intention karyawan di PT Arimbi Jaya
Agung, Tangerang. Penyebaran kuesioner dilakukan dengan menggunakan teknik
non-probability sampling yaitu judgment sampling terhadap 55 orang karyawan
bagian kontrol (checker) di PT Arimbi Jaya Agung. Data penelitian ini diolah
menggunakan SPSS versi 23.
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
dengan wawancara dan kuesioner. Metode penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dan deskriptif. Model pada
penelitian ini diadaptasi dari penelitian yang dilakukan oleh Yui-Tim Wong,
Hang-Yue Ngo, Chi-Sum Wong (2002) dan Sharon M. Hopkins & Bart L.
Weathington (2006).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel distributive justice
berhubungan negatif dan signifikan terhadap turnover intention di PT Arimbi Jaya
Agung dengan nilai sig. sebesar 0.001 dan nilai thitung 3.543 > ttabel 1.6741.
Variabel job security berhubungan negatif dan signifikan terhadap turnover
intention di PT Arimbi Jaya Agung dengan nilai sig. sebesar 0.028 dan nilai thitung
2.265 > ttabel 1.6741. Dalam penelitian ini variabel dependent (turnover intention)
dapat dijelaskan oleh kedua variabel independent (distributive justice dan job
security) sebesar 17.2%.