Abstract :
Organisasi Lingkar Ganja Nusantara mendapatkan perhatian dari masyarakat
Indonesia belakang ini. Organisasi ini terbentuk untuk mencoba melegalisasikan
tanaman ganja di Indonesia. Beberapa kegiatan sudah dijalankan oleh organisasi
Lingkar Ganja Nusantara untuk mewujudkan tujuan dari organisasi. Karena
sulitnya untuk melakukan kegiatan, ada beberapa cara yang dilakukan oleh
organisasi untuk menjalankan kegiatan kampanye Legalisasi Ganja di Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi kampanye yang
dilakukan oleh organisasi Lingkar Ganja Nusantara untuk melegalisasikan ganja
di Indonesia. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan
sifat deskriptif dan menggunakan metode studi kasus Miles dan Huberman, lalu
untuk mencari strategi kampanye organisasi Lingkar Ganja Nusantara, penulis
mengaitkannya dengan teori Sepuluh Tahapan Perencanaan Kampanye oleh
Gregory. Dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa strategi kampanye yang
dijalankan oleh organisasi Lingkar Ganja Nusantara belum mencapai tahap
sempurna menurut teori yang penulis gunakan. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa proses evaluasi dan peninjauan kembali kegiatan kampanye belum
dilakukan oleh organisasi Lingkar Ganja Nusantara sehingga mempengaruhi
belum tercapainya tujuan dari kampanye Legalisasi Ganja di Indonesia. Isu yang
digunakan oleh organisasi Lingkar Ganja Indonesia masih belum mampu
menarik perhatian publik luas untuk ikut serta dan mendukung kegiatan
Legalisasi Ganja di Indonesia. Faktor eksternal seperti hukum tentang peredaran
tanaman ganja di Indonesia juga menjadi faktor penghambat tidak tercapainya
tujuan untuk melegalisasikan ganja di Indonesia.