Abstract :
Perubahan gaya hidup masyarakat modern saat ini, dengan gaya hidup serba
instan, serta tuntutan prestige dijadikan peluang sekaligus tantangan bagi perusahaan
untuk menghadirkan kebutuhan masyarakat sesuai dengan trend yang ada. Hal tersebut
yang juga dimanfaatkan oleh Starbucks, melihat coffee sudah menjadi bagian hidup
masyarakat, dan segmen kunci makanan dan minuman adalah anak muda yang
sebagian besar akrab dengan teknologi digital, maka strategi pemasaran modern pun
diterapkan melalui penggunaan sosial media, salah satunya adalah LINE.
Penelitian ini didasari oleh Teori Komunikasi Persuasif Elaboration Likelihood
Model yang dilengkapi oleh konsep pendukung yaitu Model Hierarki Respon, Sales
Promotion, Terpaan dan Minat Beli. Penelitian ini bersifat eksplanatif dengan metode
survei kepada 300 responden dengan teknik purposive sampling. Dalam menguji
hipotesis penelitian ini menggunakan uji regresi linear sederhana.
Hasil penelitian ini menunjukan terpaan promosi memiliki pengaruh terhadap
minat beli customer, dilihat dari signifikansinya 0.000>alpha (0,05). Hubungan
terpaan sales promotion official account LINE Starbucks terhadap minat beli sebesar
(R) 0,615. Sedangkan, koefisien determinasi (Rsquare) sebesar 0,378 atau 37.8%
keragaman dari variabel minat beli mampu dijelaskan oleh variabel terpaan sales
promotion. Dengan kata lain, 62,2% minat beli dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak
terangkum dalam analisis penelitian ini.
Berdasarkan hasil penelitian dalam memprediksi peningkatan minat beli dapat
diukur apabila terpaan sales promotion konstan senilai 1.239, maka bila terjadi
peningkatan satu satuan nilai minat beli akan meningkat sejauh 0.623.