Abstract :
Komunikasi antarpribadi sangat dibutuhkan dalam proses belajar mengajar bagi
anak berkebutuhan khusus, guna menangani secara langsung kesulitan yang
dialami oleh setiap siswanya selama proses pembelajaran.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi antarpribadi
guru dan siswa SLB Bina Karya Insani dalam meningkatkan minat belajar.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode studi kasus dengan
pendekatan kualitatif. Wawancara mendalam, dan observasi partisipan merupakan
teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini. Dalam penelitian
ini, peneliti menggunakan konsep komunikasi antarpribadi, tujuan komunikasi
antarpribadi yang dilakukan oleh guru, tahap komunikasi, karakteristik
komunikasi antarpribadi, komunikasi verbal dan non-verbal, pola komunikasi,
minat belajar, dan tunarungu.
Hasil penelitian yang didapatkan adalah pola komunikasi interpersonal
yang dilakukan di SLB Bina Karya Insani adalah model komunikasi demokratis,
dimana guru di SLB Bina Karya Insani memberikan kebebasan kepada siswanya
untuk melakukan kegiatan apapun, tetapi masih berada di bawah pengawasan
guru. Metode pengajaran yang diberikan secara menarik. Hambatan komunikasi
yang terjadi adalah keterbatasan bahasa isyarat yang digunakan pada saat murid
masuk ke SLB B/C Bina Karya Insani, sehingga pada saat itu pemberian materi
juga terhambat. Hal tersebut diakibatkan karena guru-guru harus mengajarkan
bahasa isyarat mulai dari awal kepada murid-murid baru di SLB B/C Bina Karya
Insani.