Institusion
Universitas Multimedia Nusantara
Author
Triatmoko, Yulius
Subject
070 News, mass media, journalism, and publishing
Datestamp
2022-01-20 08:08:48
Abstract :
Indonesia baru saja mengadakan pesta demokrasi setiap lima tahun yaitu Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) pada tanggal 9 April 2014, sebagai perwujudan dari proses demokrasi. Peran media dalam pemilu sangatlah penting, mengingat media massa berfungsi sebagai penyedia
informasi yang dibutuhkan masyarakat, agar dapat menentukan pilihannya dengan baik. Untuk itu diperlukan independensi media, dan salah satu indikatornya adalah keberimbangan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui keberimbangan berita pelanggaran Pileg 2014 dalam halaman khusus ?Indonesia Satu? periode pemberitaan tanggal 1 Januari ? 12 April 2014 di Harian Kompas.
Aspek keberimbangan berita di Harian Kompas ini diukur dari tiga kategori yakni source bias, slant, dan representasi pro-kontra (Rahayu, 2006). Kategori source bias diukur dari adanya dua sisi narasumber yang
berbeda pendapat atau saling berseteru. Slant diukur dari adanya penilaian positif atau penilaian negatif dari pihak media (wartawan, editor). Kategori representasi pro-kontra dilihat dari jumlah alinea yang diberikan
kepada pihak yang pro dan pihak yang kontra.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya 31 berita pelanggaran pemilu selama periode 1 Januari ? 12 April 2014. Keberimbangan berita dari kategori source bias menunjukkan bahwa hanya 32% berita menampilkan narasumber dua sisi, sedangkan 68% menampilkan satu
sisi narasumber. Keberimbangan dari kategori slant menunjukkan bahwa 84% berita tidak mengandung penilaian wartawan. Keberimbangan dilihat dari representasi pro-kontra menunjukkan 90% dari berita memberikan
porsi yang tidak sama. Dari 31 berita pelanggaran Pileg 2014, paling banyak (58,07%) termasuk dalam kategori cukup berimbang.