Abstract :
Industri cat merupakan salah satu industri yang sedang berkembang di
Indonesia. Pada tahun 2012 pertumbuhannya ditargetkan tidak kurang dari 10% per
tahun dan pada tahun-tahun seterusnya hingga tahun 2015 penjualan produksi cat
terus meningkat setiap tahunnya. Hal tersebut menimbulkan persaingan semakin ketat
dan mendorong pelaku industri untuk menerapkan strategi yang tepat dalam
menghadapi persaingan. Salah satu pelaku industri cat yang beroperasi di Indonesia
adalah PT Nippon Paint. Permasalahan yang dihadapi PT Nippon Paint sampai saat
ini adalah kelebihan produksi. Kapasitas produksi yang tidak sebanding dengan
permintaan membuat PT Nippon Paint mengalami pemborosan produksi dan
berdampak pada tingginya biaya produksi. Hal ini membuat perusahaan memerlukan
peramalan permintaan di masa yang akan datang untuk menentukan kapasitas
produksi yang paling tepat kemudian dilanjutkan dengan perencanaan agregat untuk
memilih strategi dengan biaya produksi yang paling rendah. Data permintaan
perusahaan selama 3 tahun terakhir digunakan untuk melakukan peramalan
permintaan dengan menggunakan peramalan regresi linear dan time series. Seluruh
data digunakan untuk dianalisa dan digunakan untuk merancang perencanaan agregat
dengan menggunakan 2 strategi yaitu chase dan level strategy yang dihitung dengan
menggunakan POM-QM for Windows. Hasil dari penelitian ini menunjukan chase
strategy merupakan strategi yang optimal dengan biaya paling rendah sebesar Rp
2.341.450.512.400.