Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja reksa dana saham dengan
menggunakan metode Sharpe, Treynor, dan Jensen pada Bursa Efek Indonesia. Periode
penelitian yang digunakan adalah tahun 2015-2016.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian
adalah seluruh Reksa Dana saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2015-
2016. Pemilihan sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling dengan kriteria
saham yang dijadikan sampel adalah Reksa Dana saham konvensional yang aktif selama
periode 2015-2016 dan Sampel adalah Reksa Dana yang memiliki AUM (Asset Under
Management) tertinggi dengan dana kelolaan di atas Rp 500 Miliar Rupiah sehingga
diperoleh sampel sebanyak 30 Reksa Dana saham.
Hasil penelitian untuk metode Sharpe, pada tahun 2015, seluruh Reksa Dana
saham menunjukkan kinerja di bawah kinerja investasi bebas risiko. Namun, terdapat 17
Reksa Dana saham yang memiliki kinerja di atas IHSG. Tahun 2016 terdapat 28 Reksa
Dana Saham menunjukkan kinerja di atas kinerja investasi bebas risiko dan 2 Reksa
Dana saham yang memiliki kinerja di atas IHSG. Untuk metode Treynor, tahun 2015
seluruh Reksa Dana saham menunjukkan kinerja di bawah kinerja investasi bebas
risiko. Namun, terdapat 16 Reksa Dana saham yang memiliki kinerja di atas IHSG.
Tahun 2016 terdapat 16 Reksa Dana Saham menunjukkan kinerja di atas kinerja
investasi bebas risiko dan 3 Reksa Dana saham yang memiliki kinerja di atas IHSG.
Untuk metode Jensen, tahun 2015 terdapat 5 Reksa Dana saham menunjukkan kinerja
di atas kinerja investasi bebas risiko. Dan, terdapat 16 Reksa Dana saham yang memiliki kinerja di atas IHSG. Tahun 2016 terdapat 1 Reksa Dana Saham menunjukkan
kinerja di atas kinerja investasi bebas risiko dan 3 Reksa Dana saham yang memiliki
kinerja di atas IHSG. Tahun 2015 terdapat 14 Reksa Dana saham yang memiliki kinerja
di atas IHSG positif sedangkan di tahun 2016 terdapat 3 Reksa Dana saham.