Abstract :
Skripsi Penciptaan ini menjelaskan bagaimana penulis sebagai penyunting
menggunakan master shot dalam proses penyuntingan film pendek ?Ujung
Tangan? yang menerapkan konsep slow cinema. Penyunting kemudian
menggunakan master shot untuk memperkuat unsur lambat dalam konsep slow
cinema yang ingin diwujudkan dalam film. Penggunaan master shot kemudian
adalah untuk menjelaskan kronologi kejadian atau peristiwa yang sedang dialami
oleh karakter secara visual. Namun dalam penerapannya dalam mendukung
konsep slow cinema, tidak dititikberatkan pada penyampaian emosi sebab slow
cinema merupakan bentuk perlawanan terhadap emosi. Film pendek ?Ujung
Tangan? itu sendiri merupakan cerminan seorang anak yang menolak kehadiran
ibunya dikarenakan sebuah salah paham, trauma terbengkalai sang anak serta
keinginan untuk melampaui sang ibu. Kedua karakter ini saling bersinggungan
dalam hubungan yang canggung karena sudah lama tidak berjumpa namun
dipertemukan dalam sebuah kondisi yang menuntut insting keibuan mereka untuk
muncul. Melalui Skripsi Penciptaan berjudul ?Penggunaan Master Shot Pada
Proses Penyuntingan Film Pendek ?Ujung Tangan? Yang Menerapkan Konsep
Slow Cinema? ini, penulis juga akan membahas mengenai intuisi seorang
penyunting, dimensi penyuntingan, ritme, pengertian master shot serta
pemahaman slow cinema itu sendiri.