Abstract :
Mengemban tugas sebagai produser sebuah film membuat penulis juga diharuskan
untuk menyelesaikan tugasnya hingga ke tahap distribusi film. Maka dari itu pada
pembahasan skripsi ini penulis sebagai produser memilih untuk membahas tentang
penerapan strategi non-theatrical release untuk perancangan distribusi film
dokumenter ?Rumah Terakhir?. Penulis memilih untuk mendistribusikan film
secara non-theatrical karena selain dana yang dibutuhkan lebih sedikit, penulis juga
dapat bereksplorasi dalam menentukan wadah distribusi yang dapat dituju.
Kemudian disisi lain, jika membahas soal film dokumenter di Indonesia jarang
sekali ada film dokumenter yang tayang dibioskop. Jika dibandingkan dengan
jumlah film fiksi tentunya perbandingannya sangatlah jauh. Film dokumenter lebih
banyak digunakan untuk kebutuhan video edukasi, karena banyak membahas
mengenai proses terjadinya sesuatu. Hal inilah yang membuat penulis semakin
mantap untuk mendistribusikan filmnya secara non-theatrical release, karena jika
dilihat dari sisi filmnya sendiri Rumah Terakhir ini juga membahas tentang proses
pembuatan sebuah peti jenazah. Sehingga pada skripsi ini penulis sebagai produser
memilih untuk membuat sebuah eksperimen mengenai pencarian wadah
pendistribusian alternatif untuk film dokumenter Rumah Terakhir.