Abstract :
Keluarga Tionghoa baik yang tinggal di Republik Rakyat Tiongkok maupun
perantauan seperti di Indonesia, masih menerapkan sistem patriarki. Sistem
patriarki menurut Renzetti dan Curan yang dikutip dari Sarwono (2013), yaitu
sistem gender di mana laki?laki mendominasi kaum perempuan dan apa yang
dipertimbangkan laki?laki dianggap lebih bernilai daripada apa yang
dipertimbangkan perempuan. Ini menimbulkan dominasi ayah dibandingkan ibu
dalam sebuah keluarga. Dalam film Baba (Hetarie, 2018) diperlihatkan bagaimana
Papa mendidik anak-anaknya dengan cara pandang kuno melalui kekerasan hingga
pengusiran anak.
Penulis sebagai DoP dalam film ini ingin menunjukkan relasi kekuasaan
antara karakter super ordinasi dengan karakter subordinasi melalui teknik
komposisi kedalaman ruang. Penulis tertarik dengan bahasan ini karena frame
merupakan ruang dua dimensi. Padahal, ada sumbu ketiga yaitu sumbu z yang
memberikan kesan kedalaman ruang dan dapat digunakan untuk penyampaian
cerita.
Metode penelitian dalam skripsi ini yaitu metode penelitian kualitatif yang
dijelaskan oleh Creswell (2007). Metode ini cocok untuk menjabarkan hasil
penerapan teori yang digunakan penulis dalam proses pra-produksi dan produksi.
Sumber data dalam penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan berkas?berkas
pra-produksi seperti shotlist dan floorplan, serta materi visual hasil produksi.
Setelah menganalisis, penulis menemukan bahwa proses penyampaian cerita
melalui kedalaman ruang dapat dilakukan. Namun, untuk mencapai hal tersebut
diperlukan kombinasi dengan teknik pencahayaan agar lebih maksimal.