Abstract :
Penelitian ini dilakukan untuk mencari pengaruh subective norms, informative
susceptibility, value consciousness, dan price-quality inference terhadap attitudes
toward purchasing counterfeit, dan kemudian pengaruh attitudes toward
purchasing counterfeit terhadap repurchase intention. Peneliti menggunakan
penelitian kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner secara langsung/offline
kepada konsumen yang sudah memiliki pengalaman membeli produk fashion
palsu bermerek mewah.
Penelitian ini menemukan attitudes toward purchasing counterfeit dipengaruhi
secara positif oleh subjective norms dan value consciousness, dan repurchase
intention secara positif dipengaruhi attitudes toward purchasing counterfeit.
Informative susceptibility dan price-quality inference tidak mempengaruhi
attitudes toward purchasing counterfeit secara negatif.
Perusahaan pemegang merek, organisasi masyarakat anti pemalsuan dan
pemerintah sebagai pengambil kebijakan diharapkan dapat mempengaruhi sikap
konsumen Indonesia terhadap pembelian produk palsu agar mengurangi niat beli
konsumen terhadap produk fashion palsu.
Penelitian mengenai faktor subjective norms, informative susceptibility, value
consciousness, price-quality inference, attitudes toward purchasing counterfeit,
dan repurchase intention diharapkan dapat menjadi masukan bagi industri fashion
secara umum dan luxury fashion brands secara khusus, serta dapat menjadi contoh
untuk penelitian selanjutnya dalam meneliti variabel yang sama dalam industri
lainnya.