Abstract :
Dalam kehidupan manusia, komunikasi sudah setara dengan kebutuhan primer
lainnya. Namun, ada orang-orang yang tidak dapat berkomunikasi secara verbal
dengan baik, yaitu orang tuli. Orang tuli merupakan orang yang mengalami
gangguan pendengaran, sehingga mereka tidak dapat berkomunikasi layaknya
orang lainnya. Orang tuli hidup dengan kebudayaan tuli, dimana cara
berkomunikasi mereka berbeda dengan orang dengar. Bahasa isyarat bukan satusatunya
cara berkomunikasi dengan orang tuli, melainkan ada banyak hal sederhana
yang kita bisa lakukan untuk dapat berkomunikasi dengan orang tuli.
Dalam tugas akhir ini, penulis ingin merancang kampanye sosial yang dapat
meningkatkan efektivitas komunikasi antara orang dengar dengan orang tuli.
Metode penelitian yang penulis gunakan berupa metode kualitatif. Penulis juga
melakukan observasi, wawancara, diskusi kelompok terarah, dan eksperimen sosial
untuk memperoleh data dan informasi yang akan dijadikan sebagai dasar
perancangan kampanye sosial ini.
Perancangan kampanye sosial ini ditargetkan untuk orang dengar, perempuan &
laki-laki, usia 17-25, di wilayah Jakarta dan Tangerang. Melalui kampanye sosial
ini, target diharapkan menjadi memahami cara yang tepat untuk berkomunikasi
dengan orang tuli sehingga mampu menciptakan komunikasi yang efektif dengan
orang tuli.