Abstract :
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perubahan fungsi marketing yang
dapat mengkomunikasikan produk atau jasa dengan baik. Sulitnya perusahaan
jasa dalam mengkomunikasikan service yang bersifat intangible menjadikan
banyak perusahaan jasa sudah melakukan aktivitas marketing communications
dengan menyediakan berbagai pesan atau informasi yang ingin disampaikan serta
untuk mempersuasi publik. Jakarta Eye Center yakin bahwa dengan aktivitas
marketing communications yang dilakukan untuk memperkenalkan service
keseatan mata kepada publik yang pada akhirnya akan membangun image Jakarta
Eye Center sebagai rumah sakit berstandar internasional.
Konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah komunikasi, strategi,
marketing, services marketing marketing mix, segmentation targeting positioning,
marketing communication, marketing communication tools, marketing
communiation planning framework (MCPF), identity &image dan brand image.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi marketing
communication Jakarta Eye Center dalam membangun image rumah sakit
berstandar internasional dan untuk mengetahui image rumah sakit berstandar
internasional Jakarta Eye Center sudah terbentuk atau tidak terbentuk. Metode
penelitian yang dipakai adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif deskriptif.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawacara mendalam dan studi dokumentasi
serta diperkuat dengan triangulasi sumber.
Hasil penelitian yang diperoleh bahwa dalam strategi marketing
communication, Jakarta Eye Center melakukan pull, push, dan profile strategy,
tetapi belum maksimalnya penggunaan profile strategy dalam
mengkomunikasikan pesan image rumah sakit berstandar internasional di
kalangan masyarakat umum mengenai akreditasi internasional sebagai suatu
pengakuan standar internasional walaupun image Jakarta Eye Center sebagai
rumah sakit berstandar internasional sudah terbentuk.