Abstract :
Antibiotik dapat menyembuhkan penyakit dengan membunuh bakteri dalam
tubuh, namun jika digunakan berlebihan akan menimbulkan resistensi antibiotik.
Terdapat kesalahan berpikir pada masyarakat bahwa antibiotik adalah obat segala
penyakit. WHO dan Kemenkes Indonesia, Nila Moeloek, menyatakan bahwa
resistensi antibiotik merupakan ancaman serius dan memerlukan tindakan
pencegahan sejak dini, saat masih anak-anak. Oleh karena itu, diperlukan
perancangan kampanye sosial sebagai bentuk komunikasi efektif kepada
masyarakat luas. Pengumpulan data akan dilakukan dengan menyebarkan
kuesioner, observasi, wawancara dengan dokter spesialis anak, dan dengan
Yayasan Orang Tua Peduli. Perancangan desain akan dilakukan dalam 5 tahapan
menurut Landa, yaitu orientasi, analisis, konsep, desain, dan implementasi. Ide
dari kampanye ini adalah kebiasaan yang berbahaya, menggambarkan kebiasaan
orang tua yang terlihat sepele namun ternyata mengancam nyawa di kemudian
hari. Media utama yang digunakan adalah website, dengan media lainnya yaitu
poster, ads banner, dan media sosial. Harapannya melalui kampanye ini,
kesadaran orang tua muda semakin sadar agar memahami bahaya penggunaan
antibiotik yang berlebihan pada anak serta bagaimana menggunakannya secara
bijak.