Abstract :
Frame within a frame merupakan sebuah teknik seni lukis yang sudah digunakan
pada abad ke-15 sampai ke-17. Teknik ini berkembang pada abad pertengahan saat
perkembangan Flemish painting. Teknik ini biasanya digunakan untuk memberikan
hubungan objek dengan frame sebagai batasan atau koneksi untuk menyampaikan
pesan kepada penonton. Teknik ini menggunakan elemen visual, seperti, depth,
size, shape, dan frame axes. Film pendek ?Dongeng di Pagi Hari? menceritakan
kisah tentang seorang anak yang harus menghadapi permasalahan keluarganya.
Dalam film ini, sutradara mengambil sudut padang anak kecil. Dimana sudut
pandang yang dimiliki oleh anak kecil terbatas atau sempit. Hal ini sesuai dengan
salah satu fungsi teknik frame within a frame yaitu untuk membatasi informasi.
Oleh karena itu, penulis sebagai sinematografer ingin menerapkan teknik frame
within a frame dalam film ?Dongeng di Pagi Hari?. Diharapkan dengan penerapan
teknik ini, penonton dapat memahami pesan yang ingin disampaikan oleh sutradara.