Institusion
Universitas Negeri Semarang
Author
Arina Mahardika, 1201411015
Subject
Pendidikan Luar Sekolah, S1
Datestamp
2015-11-11 13:01:23
Abstract :
Rumusan masalah yang dikaji adalah bagaimana proses pemberdayaan
warga belajar melalui pelatihan tata rias pengantin, bagaimana usaha dalam
mewujudkan kemandirian pada warga belajar, dan faktor-faktor yang
menghambat proses pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan tata rias
pengantin. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan tentang pemberdayaan
masyarakat dan usaha dalam memandirikan peserta didik melalui pelatihan tata
rias pengantin serta mendiskripsikan faktor-faktor penghambatnya.
Pendekatan penelitian secara kualitatif. Subyek penelitian berjumlah 6
orang terdiri dari 3 warga belajar, 2 tutor dan 1 kepala BLK. Pengumpulan data
dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Peneliti
merupakan instrumen utama dalam penelitian dengan dibantu pedoman
wawancara dan observasi. Pemeriksaan dilakukan untuk menjelaskan keabsahan
data dengan menggunakan sumber. Teknik analisis data yang digunakan adalah
reduksi data, pengumpulan data dan pengambilan kesimpulan.
Hasil penelitian yang diperoleh dari penelitian ini yaitu dalam
pemberdayaan warga belajar melalui pelatihan tata rias pengantin adalah (1)
proses pemberdayaan warga belajar yang dberikan instruktur/tutor kepada warga
belajar di BLK Kota Pekalongan melalui bentuk pemberdayaan dengan pelatihan
dasar, pelatihan lanjutan, dan pelatihan wirausaha atau pembinaan kemandirian,
(2) usaha dalam mewujudkan kemandirian warga belajar yang dilakukan dengan
pembinaan orientasi, pembinaan kecakapan, pembinaan pengembangan
kepribadian, pembinaan lapangan dan pembinaan kerja yang diberikan oleh
instruktur/tutor, serta (3) faktor-faktor yang menghambat berjalannya proses
pemberdayaan yaitu faktor intenal, antara lain: keterampilan dasar yang dimiliki
oleh warga belajar, pengetahuan tentang tata rias pengantin, usia. Faktor eksternal
antara lain: ruangan yang kurang memadai karena kondisinya bocor ringan,
ketersediaan sarana dan prasarana berupa peralatan yang kurang mendukung,
keadaan lingkungan yang tidak nyaman karena polusi udara dari limbah rumah
sakit, dan motivasi dari keluarga atau teman yang sering mempengaruhi kemauan
belajar warga belajar.
Simpulan dari penelitian ini adalah proses pemberdayaan warga belajar
melalui pelatihan tata rias pengantin sesuai dengan tujuan yang diharapkan
banyak pihak yaitu mewujudkan sikap kemandirian pada warga belajar. Saran
dalam penelitian ini yaitu melengkapi sarana dan prasarana, memperhatikan
keadaan lingkungan sekitar, dan mengadakan hubungan kerja dengan salon rias
pengantin yang sudah ada.