Institusion
Universitas Negeri Semarang
Author
Bachtiar Akbar, 3401410084
Subject
HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Datestamp
2015-11-12 00:26:08
Abstract :
Penelitian ini membahas fenomena fanatisme suporter sepak bola pada
kelompok suporter Panser Biru. Fanatisme yang dimaksud adalah kegemaran atau
dukungan yang terlalu kuat dari kelompok suporter Panser Biru terhadap tim
sepak bola PSIS Semarang. Di dalam Panser Biru terjadi bentuk-bentuk fanatisme
dalam mendukung PSIS Semarang dan faktor yang memengaruhi terjadinya
perilaku fanatisme dalam mendukung PSIS Semarang. Tujuan penelitian ini
antara lain: (1) mengetahui bentuk-bentuk fanatisme suporter Panser Biru (2)
mengetahui faktor yang memengaruhi perilaku fanatisme kelompok suporter
Panser Biru dalam mendukung tim PSIS Semarang.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian
di Kota Semarang yang menjadi basis kelompok suporter Panser Biru. Subjek
dalam penelitian ini adalah kelompok suporter Panser Biru periode 2012-2014.
Informan dalam penelitian ini adalah ketua umum Panser Biru dan anggota Panser
Biru sebagai informan utama dan masyarakat sekitar sebagai informan
pendukung. Teknik pengumpulan data penelitian dengan menggunakan observasi,
wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi
data. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi: pengumpulan data,
reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Penelitian
ini akan di analisis menggunakan teori aksi dari Talcott Parsons.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) bentuk-bentuk fanatisme
suporter Panser Biru yaitu dalam wujud penggunaan atribut seperti kaos, syal, topi
dan pernak-pernik seputar PSIS Semarang. Dalam wujud kreasi suporter antara
lain koreografi, yel atau nyanyian dan mural Panser Biru. Dalam wujud perilaku
yaitu aktivitas melindungi PSIS Semarang saat terkena sanksi seperti pemasangan
spanduk save PSIS, aksi 10000 tanda tangan dan menentang PSSI; pengorbanan
materi; mengabaikan kepentingan pribadi seperti meninggalkan pekerjaan dan
mengesampingkan sekolah; dan aksi nekat seperti mendukung PSIS ke kota yang
dilarang, melanggar peraturan berkendara, memanjat lampu stadion dan bondho
nekat. Dalam penelitian ditemukan dua kategori fanatisme yaitu fantisme positif
seperti aksi sosial, kreasi suporter, pemakaian atribut dan aksi yang mengindahkan
tujuan organisasi Panser Biru; dan fanatisme negatif seperti bentrokan,
pemalakan, dan aksi yang melanggar tujuan organisasi Panser Biru. (2) Perilaku
fanatisme kelompok suporter Panser Biru dalam mendukung PSIS Semarang
dipengaruhi oleh adanya faktor sentimen kedaerahan, faktor situasi pertandingan
dan eksistensi diri suporter.
Saran yang diajukan penulis antara lain: 1) Bagi anggota suporter Panser
Biru agar lebih menunjukkan fanatisme dengan tindakan yang positif seperti
kreasi yel dan koreografi, aksi sosial agar rasa aman untuk diri sendiri dan orang
lain tetap terjaga. 2) Bagi pihak pengurus Panser Biru sebaiknya meningkatkan
pendataan setiap anggota agar lebih mudah dalam melakukan koordinasi hingga
arus bawah, mengadakan diskusi publik kepada seluruh elemen suporter Panser
Biru baik yang memiliki KTA dan belum memiliki KTA sebagai fungsi edukasi
untuk meminimalisir terjadinya tindakan fanatisme yang merugikan,
mensosialisasikan pentingnya KTA kepada para suporter. 4) Bagi pemerintah
Kota Semarang agar membantu memberikan fasilitas keamanan berupa
pengerahan aparat keamanan saat Panser Biru mendukung PSIS bertanding di
Kota Semarang.