Institusion
Universitas Negeri Semarang
Author
Heny Mega Anjani , 3401411031
Subject
HM Sociology
Datestamp
2015-11-12 00:30:20
Abstract :
Usaha peternakan yang berada di Dusun Wadas ini dianggap mengganggu
aktivitas kehidupan yang ada di sekitarnya, terutama masalah banyaknya lalat dan
bau kotoran ayam broiler yang sangat menyengat. Selain meningkatkan
produktivitas lahan yang digunakan dan juga perekonomian masyarakat tetapi
juga mengakibatkan dampak yang mengganggu warga yang berada di sekitarnya,
meskipun demikian masyarakat tetap tinggal diam, sehingga penulis tertarik untuk
melakukan penelitian ini. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini yaitu
bagaimana respon masyarakat akibat adanya usaha ternak ayam broiler di Desa
Wadas, bagaimana dampak sosial yang terjadi akibat adanya usaha ternak ayam
broiler di Desa Wadas serta upaya apa yang sudah dilakukan baik dari pemilik
usaha, masyarakat, maupun aparat setempat dala menanggulangi pencemaran
lingkungan akibat adanya usaha ternak ayam broiler yang ada di Desa Wadas.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian
kualitatif yang menghasilkan data deskriptif, berupa kata-kata yang tertulis
didapat dari wawancara atau perilaku yang diamati. Pengumpulan data dilakukan
dengan teknik wawancara, observasi, daftar pustaka dan dokumentasi. Analisis
data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan. Lokasi penelitian ini dilakukan di Dusun Wadas
Kecamatan Kandangan Kabupaten Temanggung.
Hasil penelitian yang diperoleh adalah: 1) Respon masyarakat akibat
adanya usaha ternak ayam broiler yaitu apatis, reaktif, kontra; 2) Dampak sosial
masyarakat akibat adanya usaha ternak ayam broiler yaitu dampak negatif seperti
bau kotoran ayam dan banyaknya lalat. Dampak positifnya seperti mendapakan
kontribusi dari pemilik usaha, membantu perekonomian masyarakat sekitar,
pemilik usaha membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yaitu masyarakat
menukarkan hasil pekerjaan batu bata sesuai kebutuhan; 3) Upaya yang dilakukan
dalam menanggulangi pencemaran lingkungan yaitu warga membeli obat lalat
secara pribadi, pemilik usaha berupaya mengobat lalat dan menjual limbah
kotoran ayam agar tidak mengganggu masyarakat sekitar, dari aparat setempat
tidak ada upaya yang dilakukan untuk menanggulangi pencemaran lingkungan.
Saran untuk pemilik usaha sebaiknya harus dapat mengatasi bau serta
banyaknya lalat yang ada disekitar, dan juga harus dapat memberdayakan warga
yang ada di sekitarnya, untuk aparat sebaiknya dapat merekomendasikan pada
warga yang ingin mendirikan usaha ternak dekat dengan pemukiman sebaiknya
usaha yang ramah lingkungan.