DETAIL DOCUMENT
PEMBELAJARAN KEJAR PAKET C YANG TERINTEGRASI LIFESKILL DI UPTD SKB UNGARAN
Total View This Week0
Institusion
Universitas Negeri Semarang
Author
Wendy Ariyadi Saputra, 1201408047
Subject
Pendidikan Luar Sekolah, S1 
Datestamp
2015-11-21 22:21:00 
Abstract :
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kenyataan bahwa pendidikan merupakan suatu hal penting bagi masyarakat.UPTD Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Ungaran merupakan satu bentuk pendidikan yang memberikan layanan bagi masyarakat yang meliputi program Kejar Paket C dan keterampilan menjahit. Permasalahan penelitian ini meliputi :1) pembelajaran kejar paket C yang terintegrasi lifeskill, 2) Aspek-aspek pembelajaranyang dapat menentukan keberhasilan program, 3)hasil pembelajaran lifeskill menjahit. Penelitian pembelajaranlifeskill menjahit menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subyek penelitian 1 orang pamong, informan terdiri dari 1 kepala SKB, 1 instruktur, dan 4 warga belajar. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: (1) Pengumpulan data, (2) Reduksi data, (3) Penyajian data, dan (4) Penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini : 1) Proses pembelajaran lifeskillmenjahit di UPTD SKB Ungaran : Tujuan umum pembelajaran adalah menguasai keterampilan menjahit dengan baik dan benar, sedangkan tujuan khususnya adalah agar dapat bekerja sesuai dengan keterampilan yang sudah diajarkan. Pembelajaran berlangsung satu kali pertemuan dalam satu minggu mulai pukul 08.00-10.30 WIB dengan asumsi waktu 80 jam pembelajaran. Materi dasar yang diajarkan adalah membuat pola, teknik dasar menjahit, dan mengoperasikan mesin jahit. Metode yang digunakan seperti cermah, tanya jawab, dan praktek langsung. Media yang digunakan meliputi whiteboard, proyektor, modul dan mesin jahit. Evaluasi pembelajaran menggunakan tugas dan praktek langsung. 2)Aspekaspek pembelajaran yang dapat menentukan keberhasilan program: hambatan pembelajaran, kualitas instruktur, motivasi warga belajar, keadaan lingkungan pembelajaran. Saran yang disampaikan : Kegiatan pembelajaran sebaiknya waktu lebih diperpanjang agar warga belajar lebih maksimal dalam mengembangkan potensi yang dimiliki dan metode pembelajaran dibuat lebih variatif supaya warga belajar dapat menangkap materi yang diajarkan, dikarenakan adanya perbedaan daya tangkap materi oleh masing-masing warga belajar.  
Institution Info

Universitas Negeri Semarang