Institusion
Universitas Negeri Semarang
Author
Tri ‗Ulya Qodriyati , 1201411026
Subject
Teknologi Pendidikan, S1
Datestamp
2015-11-14 14:49:16
Abstract :
Tujuan penelitian ini adalah: (a) mendeskripsikan jenis kegiatan program
nasional pemberdayaan masyarakat mandiri perdesaan (PNPM-MPd) pada tahun
2015, (b) mendeskripsikan bentuk kegiatan SPP, (c) mendeskripsikan indikator
peningkatan pemberdayaan ekonomi anggota SPP di Desa Kemloko Kecamatan
Godong Kabupaten Grobogan.
Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif,
teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan
dokumentasi. Subjek penelitian sebanyak 10 informan, yang terdiri dari 8 subyek
primer yaitu 6 pemanfaat SPP, 1 KPMDP (Kader Pemberdaya Masyarakat dan
Desa Pemberdayaan) sekaligus Ketua Kelompok SPP, serta 1 Ketua Tim
Pelaksana Kegiatan Desa Kemloko. Serta 2 subyek sekunder yang terdiri dari 1
Ketua UPK (Unit Pengelola Kegiatan) dan Kepala Desa Kemloko. Analisis yang
digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif. Keabsahan data yang digunakan
trianggulasi data atau sumber dan trianggulasi metode.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan PNPM Mandiri
Perdesaan meliputi jenis kegiatan sarana prasarana berupa talud jalan, jalan rabat
beton, pendidikan berupa gedung TK, PKH (Peningkatan Kapasitas Hidup) dan
SPP (Simpan Pinjam Perempuan). Tahun 2014 Desa Kemloko hanya
mendapatkan dana SPP dari PNPM Mandiri Perdesaan hingga 2015 ini SPP tetap
berjalan sebagai keberlanjutan aset PNPM Mandiri Perdesaan. Bentuk kegiatan
SPP di Desa Kemloko, mencakup (1) penambahan modal, dan (2) pengembangan
bentuk usaha. Peningkatan kemampuan ekonomi yang diperoleh melalui PNPM
Mandiri Perdesaan meliputi kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, dan
kebutuhan-kebutuhan pendidikan anaknya.
Berdasarkan hasil penelitian disarankan bahwa: SPP (Simpan Pinjam
Perempuan) sebagai PNPM Mandiri Perdesaan di tahun 2015 ini merupakan
keberlanjutan dari aset PNPM Mandiri Perdesaan yang harus dilanjutkan.
Walaupun PNPM sudah selesai programnya, dana di Kecamatan harus tetap
dikembangkan dengan usaha-usaha nyata dan tetap dirasakan oleh pengelola dan
pemanfaat SPP.