Institusion
Universitas Negeri Semarang
Author
Yanuar Fitroh Qolbina, 1301410025
Subject
Bimbingan dan Konseling, S1
Datestamp
2015-11-21 22:40:48
Abstract :
Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan data yang diperoleh melalui observasi
bahwa terdapat kekurangtepatan proses penempatan kelas peminatan pada kelas X di
SMA N 1 Muntilan pada tahun ajaran 2013-2014. Contoh dari kekurangtepatan
proses penempatan kelas peminatan yang penulis temui adalah guru BK tidak
dilibatkan dalam proses tersebut. Sebagian siswa mengaku puas dan sebagian lagi
tidak puas. Oleh karena itu, penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa
besar tingkat kepuasan siswa dalam pelayanan arah peminatan dan penulis juga ingin
mengetahui tentang prosedur yang dilaksanakan sekolah dalam pelaksanaan
pelayanan arah peminatan.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode survei.
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel tunggal yaitu kepuasan
siswa dalam pelayanan arah peminatan. Sampel diambil dengan menggunakan teknik
Simple Random Sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 129 siswa. Metode
pengumpul data dalam penelitian ini dengan menggunakan alat ungkap skala
kepuasan sedangkan metode analisis data dalam penelitian ini dengan menggunakan
teknik analisis deskriptif.
Hasil penelitian ini menunjukkan gambaran kepuasan siswa dilihat dari
komponen kehandalan dalam kategori cukup puas (68%), komponen ketanggapan
(62%), komponen jaminan kepastian (62%), komponen fasilitas fisik (57%),
komponen perhatian (62%). Tingkat kepuasan siswa berada pada kategori cukup puas
dengan persentase yang diperoleh sebanyak 62%. Sedangkan untuk prosedur dari
pelaksanaan pelayanan arah peminatan di SMA N 1 Muntilan diketahui bahwa masih
terdapat aspek yang belum diperhitungkan, yaitu aspek bakat minat, aspek sarana dan
prasarana, serta aspek orang tua dan lingkungan.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa kepuasan
siswa dalam pelayanan arah peminatan di kelas XI SMA N 1 Muntilan hanya berada
pada kategori cukup puas dan masih terdapat kekurangtepatan prosedur yang
digunakan. Saran yang diajukan peneliti yaitu seyogyanya sekolah terus
meningkatkan kualitas pelayanan dan guru BK dapat menggunakan layanan
konseling individu sebagai sarana memfasilitasi siswa mengungkapkan permasalahan
terkait dengan ketidakpuasan terhadap pelayanan arah peminatan.