DETAIL DOCUMENT
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPA MELALUI MODEL SOMATIC AUDITORY VISUALIZATION INTELLECTUALLY BERBANTUAN MIND MAPPING PADA SISWA KELAS V SDN TUGUREJO 03
Total View This Week0
Institusion
Universitas Negeri Semarang
Author
MEIRANTI ARBAFIYATI , 1401411245
Subject
Pendidikan Guru Sekolah Dasar (S1) 
Datestamp
2015-11-14 18:24:44 
Abstract :
Pembelajaran IPA di kelas V SDN Tugurejo 03 Semarang belum optimal. Hal ini berdasarkan refleksi yang dilakukan peneliti dengan kolaborator, ditemukan permasalahan yaitu guru kurang melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran dan kurang melatih siswa untuk mengembangkan daya nalar dan kreativitas berpikir. Hal tersebut berdampak pada aktivitas siswa yang rendah dan hasil belajar yang kurang maksimal yaitu sebanyak 32 dari 42 siswa atau 76% siswa kelas V belum mengalami ketuntasan belajar. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah penerapan model Somatic Auditory Visualization Intellectually berbantuan Mind Mapping dapat meningkatkan keterampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA?. Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah meningkatkan keterampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA melalui model Somatic Auditory Visualization Intellectually berbantuan Mind Mapping pada siswa kelas V SDN Tugurejo 03. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklusnya terdiri dari dua pertemuan. Setiap siklus terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V SDN Tugurejo 03 Semarang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan nontes. Teknik analisis data menggunakan analisis data kuantitatif dan analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan keterampilan guru meningkat yaitu dari siklus I pertemuan 1 memperoleh skor 19 kategori cukup dan pertemuan 2 memperoleh skor 26 kategori baik, siklus II pertemuan 1 memperoleh skor 31 kategori baik dan pertemuan 2 memperoleh skor 36 kategori sangat baik. Aktivitas siswa meningkat dari siklus I pertemuan 1 rata-rata skor 21,7 kategori cukup dan pertemuan 2 menjadi 26,2 kategori baik, siklus II pertemuan 1 menjadi 29,7 kategori baik dan pertemuan 2 menjadi 33,5 kategori sangat baik. Ketuntasan belajar klasikal siswa siklus I pertemuan 1 mencapai 57,14% dan pertemuan 2 mencapai 66,67%, siklus II pertemuan 1 mencapai 78,57% dan pertemuan 2 mencapai 87,80%. Simpulan dari penelitian ini adalah model Somatic Auditory Visualization Intellectually berbantuan Mind Mapping dapat meningkatkan keterampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa. Saran bagi guru yaitu model Somatic Auditory Visualization Intellectually berbantuan Mind Mapping dapat diterapkan sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.  
Institution Info

Universitas Negeri Semarang