Institusion
Universitas Negeri Semarang
Author
Anip Obayati , 1401411551
Subject
Pendidikan Guru Sekolah Dasar (S1)
Datestamp
2015-11-22 00:18:06
Abstract :
Pembelajaran IPS bertujuan untuk membina anak didik menjadi warga negara
yang baik, yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian sosial yang berguna
bagi dirinya serta bagi masyarakat dan Negara. Tujuah IPS belum tercapai dikarenakan
guru belum membentuk kelompok yang menumbuhkan sikap gotong royong, guru belum
memberikan kesempatan untuk mengemukakan pendapat, guru dalam memanfaatkan
media pembelajaran dan memberikan penguatan belum optimal. Siswa kurang aktif dan
keterampilan berkomunikasi kurang, rasa tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan
kurang serta belum adanya sikap saling ketergantungan positif pada siswa. Hal tersebut
menyebabkan hasil ulangan rendah. Nilai terendah adalah 20 dan nilai tertinggi 90,
dengan rata-rata kelas 62,8. Siswa yang tuntas sebesar 39,47% dan siswa tidak tuntas
sebesar 60,53% dengan KKM 65. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPS di
kelas IV yaitu melalui penerapan model jigsaw dengan media audio visual. Rumusan
masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana cara meningkatkan kualitas pembelajaran
IPS pada siswa kelas IV SDN Kalibanteng Kidul 02 Kota Semarang?. Tujuan penelitian
adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPS pada siswa kelas IV SDN
Kalibanteng Kidul 02 Kota Semarang?
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus,
masing-masing terdiri dari satu pertemuan. Setiap siklus terdiri atas 4 tahap, yaitu
perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah guru dan
siswa kelas IV SDN Kalibanteng Kidul 02 Kota Semarang. Teknik pengumpulan data
menggunakan tes dan nontes. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif
dan analisis kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Keterampilan guru pada siklus I
memperoleh skor 23 dengan kategori baik, siklus II memperoleh skor 27 dengan kategori
baik dan pada siklus III memperoleh skor 32 dengan kategori sangat baik. (2) Aktivitas
siswa pada siklus I memperoleh skor 17,7 kategori cukup, pada siklus II memperoleh skor
27,06 kategori baik dan pada siklus III memperoleh skor 31 kategori sangat baik. (3)
Persentase ketuntasan klasikal pada siklus I 68,4%, meningkat pada siklus II menjadi
76,31%, dan meningkat pada siklus III menjadi 94,73%.
Simpulan dari penelitian ini adalah melalui penerapan model jigsaw dengan
media audio visual dapat meningkatkan kualitas pembelajaran IPS meliputi keterampilan
guru, aktivitas siswa dan hasil belajar siswa. Saran yang di berikan adalah agar model
jigsaw dengan media audio visual dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas
pembelajaran pada mata pelajaran yang lain.