Institusion
Universitas Negeri Semarang
Author
Putri Noviajati, 1511410001
Subject
Psikologi (S1)
Datestamp
2015-11-14 18:47:28
Abstract :
Sedikitnya kajian psikologis mengenai kepuasan perkawinan pada istri
yang berperan sebagai pencari nafkah utama keluarga keluarga mendorong
munculnya kajian ini. Perubahan wilayah peran dari perkawinan tradisional
menjadi perkawinan egaliter, memaksa seorang istri ikut turun tangan mencari
nafkah. Selama tiga dekade terakhir, jumlah wanita yang bekerja penuh waktu
meningkat tajam, bahkan seringkali istri berubah peran menjadi pencari nafkah
utama keluarga. Pergeseran peran tersebut menjadi suatu problem tersendiri bagi
seorang istri, tenaga yang terkuras untuk bekerja menghidupi keluarga, kehilangan
banyak waktu bersama anak-anak, serta masih harus mengurus rumah tangga.
Pembagian tugas dan wewenang yang tidak adil tersebut turut mempengaruhi
kebahagiaan hidup seorang wanita. Bagi kebanyakan wanita dewasa, kebahagiaan
hidup lebih banyak dipengaruhi oleh kepuasan perkawinan daripada hal lain,
seperti pekerjaan, persahabatan, hobi, dan aktivitas komunikasi.
Penelitian ini bertujuan mengungkap gambaran kepuasan perkawinan pada
istri yang menjadi pencari nafkah utama keluarga. Pendekatan kualitatif studi
kasus berfokus pada proses dan konteks digunakan sebagai metode dalam
penelitian ini. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi dan
dokumen penunjang kelengkapan data yang selanjutnya dianalisis dengan teknik
Miles and Huberman. Melalui beberapa tahapan penting dan esensial; reduksi
data, penyajian data, dan verifikasi, hasil penelitian ini menjadi sangat bermakna.
Dua orang istri dengan latar perkawinan yang berbeda berikut dua orang
significant others terlibat dalam penelitian ini.
Hasil penelitian pada kedua narasumber primer menunjukkan bahwa
keduanya relatif tidak puas dengan perkawinannya. Hal ini disebabkan karena
adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan terhadap figur suami dan halhal
yang
terkait
dengan
kepuasan
perkawinan
tidak
sesuai
dengan
harapan
di
awal
menikah.
Selain itu tidak adanya kesepakatan dan komitmen dalam pembagian
peran suami istri, kerjasama suami dalam pekerjaan rumah tangga dan dukungan
keluarga besar juga berperan besar terhadap kepuasan perkawinan.