Institusion
Universitas Negeri Semarang
Author
Puji Haryati Wulandari, 1601410010
Subject
Psikologi (S1)
Datestamp
2015-11-14 19:31:04
Abstract :
Pendidikan pada era globalisasi ini diartikan sebagai sebuah pendidikan yang
dapat menjawab tantangan globalisasi, yaitu suatu proses yang dapat melahirkan individu
yang mempunyai bekal pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang diperlukan untuk
hidup dan ikut berpartisipasi dalam era globalisasi. Untuk memudahkan pendidikan,
maka diperlukan guru yang mempunyai kompetensi yang baik. Bagi guru Pendidikan
Anak Usia Dini (PAUD) professional utamanya dapat diukur dan dilihat dari sejauh
mana kemampuan guru dalam mengaktualisasikan kompetensi yang sudah
dipersyaratkan. Empat kompetensi tersebut meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi
kepribadian, kompetensi professional, dan kompetensi sosial.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi pedagogik guru lakilaki
pada
Taman
Kanak-Kanak
yang
ada
di
Kota
Semarang
yaitu
TK
PGRI
67
Bangetayu
Kulon,
TK PGRI 02 Mlatiharjo dan TK PGRI 04 Kartini. Penelitian ini merupakan
penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan menggunakan metode observasi,
wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah 3 guru kelas Taman
Kanak-Kanak laki-laki.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik guru laki-laki maupun guru perempuan
Taman Kanak-Kanak mempunyai peran yang sangat penting bagi pendidikan. Sebagai
guru laki-laki pada Taman Kanak-Kanak guru bukan hanya menyampaikan materi di
dalam kelas tetapi juga harus melakukan penanganan terhadap anak saat anak mengalami
kesulitan ataupun masalah. Dalam Pendidikan Anak Usia Dini seorang guru dituntut
untuk memiliki dan mengembangkan kompetensi yang dimilikinya salah satu kompetensi
tersebut yaitu kompetensi pedagogik. Peningkatan kompetensi pedagogik guru dilakukan
secara berkesinambungan oleh kepala sekolah/lembaga dan guru. Upaya peningkatan
kompetensi yang dilakukan oleh guru yaitu dengan mengikuti kegiatan penataran dan
mengikuti seminar, memanfaatkan media cetak/media massa dan media elektronik,
peningkatan profesi melalui belajar sendiri, mengikuti kursus, dan aktif dalam
organisasi keguruan yang berkaitan dengan pengelolaan pembelajaran. Sedangkan dalam
upaya lembaga pendidikan/kepala sekolah bisa dilakukan dengan melakukan kegiatan
pengadaan lokakarya (workshop), melakukan supervisi (pengawasan) terhadap kinerja
dan kedisiplinan guru, mendukung ide-ide baru dari guru, memotivasi guru untuk
membuat karya tulis ilmiah, mengadakan rapat guru, mengadakan penilaian terhadap
tugas guru dan memberikan penghargaan (reward ) pada guru yang berprestasi.