Institusion
Universitas Negeri Semarang
Author
Dewi Rahmawati , 1601410023
Subject
L Education (General)
Datestamp
2015-11-22 22:24:46
Abstract :
Kejujuran merupakan salah satu pendidikan karakter yang harus
dimiliki anak untuk menanamkan pada diri anak berbagai macam perbuatan
dan perilaku yang baik. Penanaman kejujuran anak dilakukan dengan
berbagai cara sehingga nilai-nilai pendidikan karakter terutama karakter
kejujuran dapat diterapkan di setiap waktu. Mengingat kebiasaan anak yang
suka bermain dan lebih mudah mengingat kegiatan yang sering dilakukan
maka penerapan kejujuran anak harus dengan menggunakan aktivitas yang
sering dilakukan anak akan lebih maksimal. Penerapan Kantin kejujuran
merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk menanamkan
kejujuran pada anak di TK Teruna Desa Tambahrejo, Kecamatan
Pageruyung, Kabupaten Kendal. TK Teruna merupakan TK yang telah
menerapkan kantin kejujuran untuk menanamkan perilaku jujur pada anak
sejak usia dini.
Penelitian ini untuk mendeskripsikan penanaman kejujuran anak
serta mendeskripsikan bagaimana kantin kejujuran di TK Teruna Desa
Tambahrejo, Kecamatan Pageruyung, Kabupaten Kendal dilaksanakan dan
bagaimana hasilnya terhadap kejujuran anak. Penelitian ini merupakan
penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan menggunakan metode
observasi, wawancara dan dokumentasi dalam menghimpun data. Teknik
analisis data dengan model interaktif. Teknik keabsahan data menggunakan
triangulasi. Subjek dalam penelitian ini adalah 6 anak TK B TK Teruna
yang usia rata-rata 5 tahun.
Berdasarkan hasil analisis data penanaman kejujuran anak melalui
kantin kejujuran di TK Teruna mendapatkan hasil kurang berjalan baik
karena kemampuan anak dalam berhitung dan mengenal mata uang yang
berbeda-beda namun pada perkembangan moral dan sosial emosional anak,
penanaman kejujuran anak melalui kantin kejujuran menjadi berkembang.
Faktor pendukung dalam penanaman kejujuran anak melalui kantin
kejujuran di TK Teruna adalah peran serta orangtua dalam membentuk
perilaku jujur pada anak dan kebiasaan anak dalam membeli makanan
sendiri tanpa bantuan orang lain. Faktor penghambat adalah kemampuan
anak dalam berhitung dan mengenal mata uang yang berbeda-beda dilihat
dari kejujuran anak dalam batasan kognitif.