Institusion
Universitas Negeri Semarang
Author
Enos Elfrinanda Sinuhaji , 3401404509
Subject
KZ Law of Nations
Datestamp
2011-11-20 11:32:31
Abstract :
Sinuhaji, Enos Elfrinanda. 2010. Peranan Kepolisian Dalam Pengelolaan Tindak Pidana Narkoba Yang Dilakukan Oleh Pelajar di Kota Semarang. Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I : Drs. Ngabiyanto, M.Si, Pembimbing II : Dra. S. Sri Redjeki, M.Pd. 96 h
Kata Kunci : Tindak Pidana Narkoba, Kepolisian, Pengelolaan Tindak Pidana Narkoba.
Tindak pidana Narkoba merupakan suatu perihal dimana seseorang atau banyak orang telah melakukan tindakan melawan hukum dalam hal penyalahgunaan Narkoba dan dapat dipidana sesuai dengan Undang-undang yang berlaku. Berdasarkan inilah Polisi selaku alat penegak hukum pelindung dan pelayan masyarakat beserta dengan komponen penegak hukum lainnya sangat berkewajiban dalam usaha pengelolaan Tindak Pidana Narkoba di Indonesia khususnya di Kota Semarang.
Penelitian ini mengangkat permasalahan: 1). Bagaimana peranan Kepolisian dalam pengelolaan tindak pidana Narkoba yang dilakukan oleh pelajar di Kota Semarang? 2). Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya penyalahgunaan Narkoba oleh pelajar berdasarkan kasus-kasus yang pernah ditangani oleh Polwiltabes Semarang? 3). Apa saja yang menjadi pendorong dan penghambat bagi pihak Kepolisian dalam melakukan pengelolaan tindak pidana Narkoba yang dilakukan oleh pelajar di Kota Semarang? Tujuan dari penelitian ini adalah: 1). Untuk mengetahui peranan Kepolisian dalam pengelolaan tindak pidana Narkoba yang dilakukan oleh pelajar di Kota Semarang, 2). Untuk mengetahui faktor -faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya penyalahgunaan Narkoba oleh pelajar berdasarkan kasus -kasus yang pernah ditangani oleh Polwiltabes Semarang, 3). Untuk mengetahui apa saja yang menjadi pendorong dan penghambat bagi pihak Kepolisian dalam pengelolaan tindak pidana Narkoba yang dilakukan oleh pelajar di Kota Semarang.
Penelitian ini dirancang dengan menggunakan rancangan studi kasus, sedangkan rancang bangun studi kasus ini bersifat terpancang, artinya peneliti akan memusatkan perhatiannya pada kasus-kasus tertentu yang telah ditetapkan pada fokus penelitian. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif, dimana hasil dari penelitian ini berupa data-data deskriptif tentang tindak pidana Narkoba yang dilakukan oleh pelajar di Kota Semarang.
Hasil penelitian menunjukkan, bahwa peranan yang dilakukan oleh pihak Polwiltabes Semarang dalam pengelolaan tindak pidana Narkoba yang dilakukan oleh pelajar di Kota Semarang yaitu: Upaya pencegahan 1). Pre-empetif dan 2). Preventif. Upaya penanggulangan: 1). Represif dan 2). Treathment dan Rehabilitasi. Adapun, faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penyalahgunaan Narkoba berdasarkan kasus-kasus yang pernah ditangani oleh Polwiltabes Semarang adalah: 1). Faktor Internal: a). Memenuhi rasa ingin tahu yang sangat besar dan rasa penasaran hingga ingin mencoba, b). Sebagai sebuah pelarian dari lingkungan yang kerap mengalami perubahan secara drastis sehingga membuat mereka tidak nyaman dan aman, 2). Faktor Eksternal: a). Mengikuti