DETAIL DOCUMENT
DETERMINAN EXCHANGE MARKET PRESSURE NEGARA INFLATION TARGETING DI ASEAN
Total View This Week0
Institusion
Universitas Padjadjaran
Author
Gusmanita, Lisa
Subject
 
Datestamp
2021-11-23 00:00:00 
Abstract :
Krisis ekonomi 1997/1998 tidak hanya berdampak negatif terhadap stabilitas perekonomian domestik tetapi juga membawa perubahan pada kerangka kebijakan moneter yang digunakan oleh negara-negara di ASEAN. Terdapat tiga negara ASEAN yaitu Thailand, Filipina dan Indonesia yang menerapkan kerangka kebijakan moneter IT. Kerangka kebijakan ini fokus pada target inflasi yang telah ditetapkan dan juga menuntut kebijakan moneter untuk tetap menjalankan salah satu fungsi utamanya untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Secara empiris, Negara IT mampu menurunkan tekanan terhadap pasar valuta asing akan tetapi krisis ekonomi kembali terjadi di tahun 2008 dan tekanan mata uang domestik yang cukup besar di tahun 2018 Pada penelitian ini, digunakan indikator EMP untuk melihat seberapa besar tekanan terhadap pasar valuta asing negara IT di ASEAN. Menurut Panday (2015), EMP adalah persentase perubahan nilai tukar dan atau perubahan cadangan devisa atas basis moneter dan atau perubahan suku bunga relatif. Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui faktorfaktor apa saja yang memengaruhi EMP sehingga dapat dijadikan masukan bagi otoritas moneter dalam mengendalikan tekanan terhadap pasar valuta asing. Metode ekonometrika yang digunakan adalah analisis regresi data panel dengan periode data 2010.Q1-2018.Q4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kredit domestik signifikan secara negatif memengaruhi EMP. Tanda koefisien pada variabel kredit domestik tidak sesuai dengan teori yang ada mengindikasikan bahwa pertumbuhan kredit domestik juga sejalan dengan peningkatan net capital flows ke negara domestik. Variabel neraca transaksi berjalan dan inflasi AS signifikan secara negatif memengaruhi EMP sedangkan variabel PDB riil tidak signifikan memengaruhi EMP. 

Institution Info

Universitas Padjadjaran