Abstract :
Pada penelitian ini, peneliti menggunakan salah satu metode terbaru
dalam meramalkan curah hujan. Metode Exponential Smoothing melalui
pendekatan State Space ini digunakan untuk meramalkan curah hujan karena
memiliki keunggulan yaitu melibatkan komponen kekeliruan ke dalam model
untuk meramalkan curah hujan, fleksibilitas dalam model, menghasilkan prediksi
interval di setiap model yang digunakan, dan mudah dalam mengestimasi secara
otomatis melalui seleksi model AIC dan seleksi model lainnya. Data yang
digunakan dalam penelitian kali ini adalah data intensitas curah hujan di daerah
Rancaekek dari tahun 2004 hingga tahun 2014. Didapatkan kesimpulan titik
prediksi dan interval prediksi dari data yang dimiliki dengan nilai MASE dan AIC
sebesar 0,6351731 dan 1875,262, di akhir bagian peneliti membandingkan hasil
dengan metode pemulusan eksponensial standard yaitu metode Holt Winter’s.
Sedangkan metode SARIMA yang sering digunakan oleh BMKG dalam
meramalkan curah hujan di suatu daerah tidak dapat digunakan dalam
meramalkan intensitas curah hujan di daerah Rancaekek dari data yang dimiliki,
karena terdapat salah satu asumsi yang tidak terpenuhi.