Abstract :
ABSTRAK
Rupture perineum merupakan salah satu masalah yang sering terjadi dalam proses persalinan. Menurut Riskesdas, bahwa pada tahun 2013, tercatat 57% ibu mendapat jahitan perineum dari 1951 kelahiran spontan pervaginam, 28% disebabkan oleh episiotomi dan 29% oleh rupture perineum spontan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara faktor ibu, janin, dan penolong persalinan dengan kejadian rupture perineum di Puskesmas Garuda.Metode penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara total sampling pada ibu bersalin di Puskesmas Garuda bulan Juli – Agustus 2018 sebanyak 83 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar identitas dan lembar observasi. Analisis data yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan uji statistic koefisiensi kontingensi. Hasil penelitian ini diketahui bahwa 63 responden mengalami rupture perineum spontan, episiotomi 2 responden, dan tidak rupture 18 responden. Kemudian terdapat penolong persalinan merupakan lulusan pendidikan yaitu bidan dan mahasiswa bidan yang seluruhnya Diploma III telah melaksanakan pelatihan APN dengan 7 orang masa kerja 5 tahun. Kemudian seluruh mahasiswa sedang melaksanakan PKK II dan asuhan persalinan belum mencapai 50 asuhan. Hubungan antara rupture perineum dengan usia dengan nilai p >0.05, paritas p >0. 05, jarak kelahiran p <0.05, berat bayi lahir p <0.05, dan kompetensi penolong persalinan p <0.05. Simpulan pada penelitian ini terdapat hubungan antara jarak kelahiran, berat bayi lahir, dan kompetensi penolong dengan kejadian rupture perineum, akan tetapi tidak ada hubungan antarausia, paritas dengan kejadian rupture perineum.