Abstract :
Kualitas hidup pada anak dengan penyakit jantung kongenital lebih rendah dari pada anak sehat. Dimensi dalam kualitas hidup yang paling menjadi masalah berdasarkan beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya menunjukkan hasil yang berbeda-beda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dimensi kualitas hidup pada anak dengan penyakit jantung kongenital di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung.
Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Responden dari penelitian ini adalah anak dengan penyakit jantung kongenital. Sampel didapatkan dari Poli Anak Kardiologi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung dengan teknik purposive sampling (N=44). Instrumen yang digunakan adalah kuesioner PedsQLTM modul jantung versi 3.0. Hasil penelitian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif menggunakan mean.
Dari penelitian teridentifikasi bahwa dimensi komunikasi menjadi masalah utama pada anak dengan penyakit jantung kongenital disemua kelompok usia. Masalah kedua yang terjadi pada anak usia 2 – 4 tahun adalah dimensi kecemasan pada pengobatan (mean=50,17±37,6), pada anak usia 5 – 7 tahun (mean=51,5±21,55) dan usia 8 – 12 (mean=60,86±23,87) tahun adalah dimensi masalah jantung dan pengobatan, sedangkan pada anak usia 13 – 14 tahun adalah dimensi penampilan fisik yang dirasakan (mean=61,5±20,74).
Dimensi komunikasi menjadi masalah tertinggi dalam kualitas hidup pada anak dengan penyakit jantung kongenital, hal ini dipengaruhi oleh pola asuh orang tua yang cenderung over protective, mengakibatkan kurangnya keberanian anak dalam mengekspresikan perasaannya. Peran perawat diharapkan dapat menstimulasi anak untuk mengungkapkan perasaannya dengan cara menjalin komunikasi yang efektif dan meningkatkan kenyamanan anak untuk menjalin hubungan saling percaya.