Abstract :
Mangga gedong gincu merupakan buah indigenous (khas Indonesia) yang banyak digemari oleh masyarakat karena rasanya khas. Tingginya angka produksi mangga di Indonesia menyebabkan tinggi pula jumlah mangga gedong gincu afkir yang tidak dapat terjual dan belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Pengolahan mangga gedong gincu menjadi bubur buah mangga kering sebagai makanan ringan sangat prospektif karena dapat memberikan asupan vitamin, mineral, serta serat. Penambahan air pengekstrak merupakan faktor penting untuk menghasilkan bubur buah mangga kering dengan karakteristik yang disukai panelis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan jumlah air pengekstrak mangga agar dihasilkan bubur buah mangga kering dengan karakteristik kimia, fisik, dan organoleptik yang disukai panelis. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dilakukan yaitu penambahan air pengekstrak 180%, 190%, 200%, 210%, dan 220% (b/b, per berat bubur buah mangga). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak air pengekstrak yang ditambahkan maka rendemen, kadar air, aktivitas air(a¬w), nilai kekerasan, total padatan terlarut semakin rendah, ketebalan semakin rendah (tipis), dan pH semakin tinggi. Bubur buah mangga kering dengan penambahan air pengekstrak 200% merupakan perlakuan paling disukai panelis. Bubur buah mangga kering dengan penambahan air pengekstrak 200% memiliki kadar serat kasar 5,88g/100g, kadar vitamin C 139,14 mg/100g, dan kadar gula total 36,735mg/100g.