Abstract :
Limbah cair tahu mengandung senyawa organik yang dapat digunakan
bakteri Acetobacter xylinum dalam memproduksi nata de soya. Pembuatan produk
nata umumnya menggunakan sumber Nitrogen non food grade (urea dan
ammonium sulfat) dikarenakan lebih murah dan mudah didapat dibandingkan
sumber N food grade. Sumber N non food grade mengandung residu seperti Zn,
Cu, bahkan Ar yang dapat membahayakan konsumen. Berdasarkan hal tersebut
dilakukan penelitian penggunaan ekstrak kecambah kacang tanah (Arachis
hypogaea L.) sebagai sumber N dalam pembuatan nata de soya. Tujuan penelitian
adalah untuk mengetahui karakteristik nata dengan ekstrak kecambah kacang tanah
meliputi ketebalan, berat, rendemen, total mikroorganisme, kadar air, serta
kandungan protein. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen, dilanjutkan
Rancangan Acak Kelompok pada empat perlakuan (penambahan ekstrak kecambah
kacang tanah 0,25% v/v, 0,5% v/v, dan 0,75% v/v) diulang tiga kali. Penggunaan
ekstrak kecambah kacang tanah 0,75% v/v menghasilkan karakteristik terbaik
dengan ketebalan 6,2 mm, berat 165,8 gram, rendemen 22,11%, kadar air 96,34%,
kadar protein 1,28%, dan total mikroorganisme 8,4 x 106 cfu/ml. Berdasarkan
analisis uji organoleptik duo-trio, 88% panelis menyatakan nata de soya berbeda
dengan nata komersil dari warna dan tekstur, serta 81% dari segi rasa. Berdasarkan
uji hedonik warna, rasa, dan tekstur, nata de soya kurang disukai hingga disukai
panelis.