DETAIL DOCUMENT
ANALISIS KAROTENOID DARI CRUDE PALM OIL (CPO) MENGGUNAKAN METODE EKSTRAKSI PELARUT
Total View This Week2
Institusion
Universitas Padjadjaran
Author
Wandi, Iqbal Aprio
Subject
 
Datestamp
2021-11-23 00:00:00 
Abstract :
Perkembangan industri kelapa sawit sangat potensial, produk utama berupa Crude Palm Oil (CPO) dengan jumlah produksi CPO sebesar 31,02 juta ton pada tahun 2016. CPO umumnya berwarna oranye kemerahan karena mengandung senyawa karotenoid. Karotenoid berperan sebagai persekusor vitamin A yang bermanfaat bagi tubuh, yaitu sebagai antioksidan, tetapi zat warna ini banyak dibuang saat pemurnian CPO, untuk memperoleh senyawa karotenoid didalam CPO harus dilakukan proses ekstraksi, yaitu menggunakan ekstraksi pelarut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pelarut terhadap ekstrak karoten yang dihasilkan, dengan menggunakan tiga jenis pelarut, yaitu n-heksan, diatil eter:aseton 1:3 dan aseton 65% dengan komposisi bahan dan pelarut 1:3. Penelitian ini menggunakan proses transesterifikasi kemudian proses ekstraksi dan penguapan pelarut. Analisis total karotenoid dilakukan dengan metode PORIM yang selanjutnya dikonversi menjadi vitamin A menggunakan persaman Gross. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi karotenoid tertinggi dengan nilai 485,4 ppm didapat dari ekstraksi dengan pelarut n-heksan, disusul ekstrak CPO dengan pelarut dietil eter:aseton 1:3 senilai 479.8 ppm dan nilai terkecil didapatkan oleh eksrak CPO dengan pelarut aseton 65% dengan nilai 464,8 ppm yang kemudian di konversi menjadi vitamin A. Nilai vitamin A senilai 80,9 RE atau 269,4 IU dihasilkan oleh pelarut n-heksan, pelarut aseton 65% senilai 77,5 RE atau 258 IU dan terakhir pelarut dietil eter:aseton 1:3 senilai 80 RE atau 266,3 IU. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelarut n-heksan merupakan pelarut dengan hasil ekstrak karotenoid tertinggi dengan nilai akhir 485,4 ppm. 

Institution Info

Universitas Padjadjaran