Abstract :
Ketahanan Pangan bertujuan untuk menjamin ketersediaan dan konsumsi yang cukup, mudah di akses, bermutu hingga memiliki gizi yang berimbang pada suatu wilayah. Dalam rangka mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan, Dewan Ketahanan Pangan (2015) telah melakukan analisa, faktor pendukung keberhasilan dalam melaksanakan ketahanan pangan yaitu dengan adanya tiga pilar indikator ketahanan pangan meliputi: (i) Ketersediaan Pangan; (ii) Akses Pangan; dan (iii) Mutu Pangan. Oleh karena itu, perlu adanya perhitungan dan analisis indikator ketahanan pangan di Wilayah I Jawa Barat guna mengetahui kondisi ketahanan pangan Wilayah I Jawa Barat. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data sekunder pada dinas terkait seperti Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas Ketenagakerjaan dan Badan Pusat Statistik pada tahun 2018 dengan menggunakan data 2017. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan pemetaan ketahanan pangan Wilayah I berdasarkan kategori sangat aman, aman, sedang, rawan, sangat rawan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analitik dengan menggunakan perhitungan Food Security Quotient (FSQ), perhitungan ini untuk menentukan variabel yang menjadi prioritas dan non prioritas pada suatu daerah dan berpengaruh terhadap indikator ketahanan pangan. Hasil penelitian ini menunjukan rata-rata kondisi ketahanan pangan Wilayah I Jawa Barat adalah aman dengan indeks tertinggi adalah Kabupaten Bogor dengan kategori sangat aman dan yang terendah adalah Kota Sukabumi dengan kategori aman, indikator ketersediaan terendah adalah Kota Depok dengan ketegori rawan, indikator akses terendah adalah Kabupaten Cianjur dengan kategori aman, indikator mutu terendah adalah Kota Sukabumi dengan kategori aman. Namun jika dilihat lebih dalam masih terdapat variabel pada beberapa daerah yang membutuhkan penanganan dan strategi khusus untuk meningkatkan ketahanan pangan.