Abstract :
Brazilin yang diisolasi dari kayu secang (Caesalpinia sapppan L.,) mempunyai sifat antioksidan yang berpotensi mencegah stress oksidatif pada penderita kelebihan besi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas senyawa brazilin sebagai antioksidan serta mengetahui dosis yang berpengaruh terhadap aktivitas antioksidan dalam serum tikus yang mengalami kondisi kelebihan besi. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental di laboratorium dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu isolasi brazilin, dan tahap kedua uji profil antioksidan dengan menggunakan 24 ekor tikus wistar betina dengan berat rata-rata 200 g. Perlakuan terdiri dari kontrol negatif (KN), iron dextran dosis 60 mg/kg bb (KP), iron dextran dan deferipron dosis 75 mg/kg bb (KD), iron dextran dan brazilin dosis 7.5 mg/kg bb (P1B), iron dextran dan brazilin dosis 10 mg/kg bb (P2B), iron dextran dan brazilin dosis 12.5 mg/kg bb (P3B), iron dextran dan brazilin dosis 15 mg/kg bb (P4B), dan iron dextran dan brazilin dosis 17.5 mg/kg bb (P5B). diberikan secara oral selama 14 hari perlakuan. Parameter yang diamati meliputi aktivitas Superoksida dismutase (SOD), Glutathione peroksidase (GPx) dan Kadar Malondialdehide (MDA). Hasil Penelitian berdasarkan uji analisis varian (ANAVA) dan uji jarak berganda Duncan menunjukkan bahwa bahwa pemberian iron dextran menyebabkan kelebihan zat besi yang ditunjukkan dengan peningkatan aktivitas SOD 91.62%, Aktivitas GPx, 226.89% dan kadar MDA 269.81%. Pemberian brazilin dosis 12.5 mg/kg bb dapat menurunkan profil antioksidan tikus yang diinduksi besi berlebih secara signifikan dengan penurunan sebesar 44% (SOD), 66.4%(GPx) dan 72% MDA. Peningkatan dosis brazilin berpengaruh positif terhadap profil antioksidan tikus hingga mempunyai nilai normal pada rentang dosis 12.82 – 28.88 mg/kg bb.