DETAIL DOCUMENT
TELAAH MODE IKATAN SEMBILAN SENYAWA KIMIA TANAMAN SELASIH (Ocimum basilium) DENGAN TIROSINASE
Total View This Week2
Institusion
Universitas Padjadjaran
Author
Sujang, Alex Biday Anak Frankie
Subject
 
Datestamp
2021-11-23 00:00:00 
Abstract :
Pigmentasi kulit dipengaruhi oleh tirosinase sebagai pengatur biosintesis melanin dan modulator ekspresi tirosinase. Peningkatan aktivitas enzim tirosinase dan dapat menyebabkan hiperpigmentasi kulit. Senyawa sitral, kaempferol, asam p-coumarik, kuersetin, asam rosmarinik, eugenol, karvakrol, apigenin dan cirsimaritin yang terkandung dalam tanaman selasih (Ocimum basilicum) diprediksi mampu menghambat tirosinase. Docking molekul menggunakan Linux script pada AutoDock Vina dilakukan untuk memvisualisasikan interaksi senyawa tersebut dengan kantung aktif tirosinase serta untuk memperhatikan telaah mode ikatan kesembilan senyawa itu sebagai inhibitor tirosinase dibandingkan dengan standar asam kojik. Dari hasil didapati Mode ikatan dengan tirosinase yang mempunyai ikatan hidrogen dan interaksi π-π adalah pada senyawa asam rosmarinik. Mode ikatan yang memiliki interaksi π-π adalah pada senyawa eugenol, karvakrol, Apigenin, cirsimaritin, kaempferol dan asam p-coumarik. Manakala senyawa yang tidak memilike mode ikatan adalah senyawa sitral dan kuersetin. senyawa dengan aktivitas penghabatan tirosinase berturut-turut dari yang terbaik adalah Kuersetin (1,4299 ± 0,0773 µM), Apigenin (4,366 ± 2,3646 µM), Kaempferol (4,809 ± 1,8836 µM), Asam Rosmarinik (6,4516 ± 4,3518 µM), cirsimaritin (7,6957 ± 1,9346 µM), karvakrol (40,22 ± 0,7343 µM), eugenol (94,56 ± 67,102 µM) asam p-coumarik (101,95 ± 50,738 µM), sitral (246,34 ± 39,714 µM). Senyawa dengan potensi penghambatan tirosinase terbaik ditunjukkan oleh senyawa kuersetin. 

Institution Info

Universitas Padjadjaran