Abstract :
Latar belakang: Waste pada departemen produksi satu perusahaan farmasi yang diantaranya terdiri dari waiting (menunggu), excess motion (gerakan berlebih/tidak diperlukan), dan underutilized people (pekerjaan yang kurang efektif). Waste tersebut dapat mengakibatkan kerugian pada perusahaan. Waste yang terjadi pada proses pembersihan berkala diamati dan dirancang suatu tindakan untuk mengurangi pemborosan yang terjadi selama proses pembersihan berlangsung demi terlaksananya lean manufacturing.
Metodologi: Mempelajari proses pembersihan berkala dengan bantuan stopwatch dan camera digital. Membaca dan membandingkan dengan Standar Operasional Prosedur (SOP)/Prosedur Tetap (Protap) tentang pembersihan berkala tiap – tiap mesin. Mencari jenis – jenis waste yang ada pada tahap pembersihan berkala dan mengidentifikasinya sesuai dengan kriteria 8 waste dari literatur yang telah dipelajari. Memasukkan data kegiatan dan hasil perhitungan waktu tiap proses ke dalam Tabel Standar Kerja Kombinasi (TSKK). Membuat standar kerja yang baru dengan mempertimbangkan GMP/SOP , Waste, Kegiatan eksternal dan internal.
Hasil: Perbedaan waktu yang didapat setelah standarisasi mencapai selisih rata-rata pengamatan hingga 27 menit. Standarisasi membantu operator dalam mengerjakan proses pembersihan dengan alur yang jelas sehingga didapat waktu yang lebih cepat dalam pengerjaannya. Selain itu, selisih waktu tersebut membuktikan bahwa dengan standarisasi, proses pencucian dapat berjalan dengan lebih efektif dan juga efisien.
Kesimpulan: Waste yang terdapat pada proses pencucian mencakup waste of waiting, waste of motion, overprocessing. Dengan standarisasi proses pembersihan berkala lebih efektif dan efisien, dibuktikan dengan waktu pembersihan yang berkurang dari data rata-rata pengamatan hingga 27 menit.