Abstract :
Secara administratif, lokasi penelitian termasuk ke dalam Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat. Daerah penelitian terdiri dari 3 desa yaitu desa bojong, desa cintaratu dan desa selasari yang merupakan daerah dengan potensi geowisata yang sering banyak dikunjungi. Daearah Penelitian secara geologis disusun oleh batugamping Klastika dan batupasir karbonatan yang merupakan bagian dari formasi Pamutuan. Di daerah ini banyak ditemukan mata air dengan debit 0-1224 L/d. Perkembangan daerah wisata yang terus berkembang pada kawasan kars dapat berpotensi menganggu kualitas dan kuantitas air tanah, oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi karakter pola kelurusan morfologi untuk mengetahui sebaran mata air dan membagi zona resapan airtanah sebagai upaya untuk konservasi airtanah berkelanjutan. Secara Garis besar keterdapatan Mata air tersebar dari baratlaut hingga tenggara daerah penelitian. Mekanisme kemunculan mata air secara regional di kontrol oleh pola rekahan bearah baratlaut-tenggara dan timurlaut-baratdaya. Hasil identifikasi densitas kelurusan morfologi menunjukkan Nilai kisaran 0-25km/km2. Densitas kelurusan tinggi 17-25 km/km2 dan densitas kelurusan sedang 8-17 km/km2 merupakan zona resapan airtanah utama. Zona Resapan 1 berada di daerah barat laut daerah penelitian dengan rentang elevasi 130-150 mdpl, Zonasi resapan 2 terletak di dibagian baratdaya penelitian yang terletak pada rentang elevasi 70-90 mdpl, zonasi resapan 3 terletak di bagian tengah daerah penelitian dengan rentang elevasi 50-70 mdpl dan zona Resapan 4 terletak di bagian tenggara daerah penelitian yang diterletak rentang elevasi 20 – 50 mdpl. mata air yang dijumpai di daerah penelitian muncul karena adanya pengahalang yang memotong arah aliran air tanah berupa sesar, kekar, kontak litologi, sedimen hasil agradasi berupa endapan alluvial pantai dan air laut.